Kompetensi Sosial Guru






























Komentar

  1. Jelaskan pendapat anda tentang sikap guru yang exclusive dan diskriminatif pada siswanya? Berdasarkan pengalaman anda sebagai siswa, apa yang anda rasakan saat menghadapi guru semacam ini? Bagaimana idealnya seorang guru bersikap kepada semua siswanya, baik yang bandel/penurut, yang pintar/kurang pintar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mei Sukowati 20201111017
      sifatprofesional, meliputi komitmen untuk bekerja, rasa percaya diri, bisa dipercaya dan menghargai orang lain.
      Sifat ekspektasi, yakni bisa diharapkan dan bisa diandalkan dengan senantiasa mampu memperlihatkan hasil pencapaian tujuan yang sangat tinggi, memiliki pemahaman komprehensif tentang siswa, tentang tugas dan tentang program pendidikan secara keseluruhan, serta senantiasa memiliki inisiatif untuk melaksanakan tugas dengan baik.
      Sifat kepemimpinan, yakni memiliki sifat fleksibel, akuntabel, dan keinginan kuat untuk terus belajar.
      Sifat Relasi dengan orang lain, memiliki banyak relasi dengan unsur-unsur yang terlibat dalam proses pendidikan, dan memiliki keahlian berbagai pekerjaan pendidikan secara komprehensif.

      Hapus
    2. Azkia Dela Lusiana
      20201111028
      Untuk menjadi seorang guru yang berkepribadian baik, seseorang juga harus memiliki sifat manajerial, dengan fleksibbilitasnya dalam menghadapi para siswa dalam kelas. Dia harus memiliki keahlian dalam perencanaan kelas, mengorganisasi kelas sejak hari pertama dia bertugas, cepat memulai kelas, melewati masa transisi dengan baik, memiliki kemampuan dalam mengatasi dua atau lebih aktifitas kelas dalam satu waktu yang sama. Kemudian dia juga harus mampu memelihara waktu bekerja serta menggunakannya secara efisien dan konsisten, dapat meminimalisasi gangguan, dapat menerima suasana kelas yang ribut dengan kegiatan pembelajaran, memiliki teknik untuk mengontrol kelas, dapat memelihara suasana tenang dalam belajar, dan tetap dapat menjaga siswa untuk tetap belajar menuju sukses

      Hapus
    3. Nama : Aulia Nur Fitriayanti
      NIM : 20201111048

      Menurut saya seorang guru itu harus profesional yang dimana bisa menghargai orang lain, dan dapat dipercaya oleh orang lain. Dan seorang guru harus bersimpatik dengan siapapun harus mudah bergaul dengan siapapun, terampil dalam berkomunikasi, dan haris bisa membuat sebuah kebersamaan sehingga tidak ada yang namanya pilih kasih yang dimana hanya memilih anak-anak tertentu yang dia saya sayang.

      Hapus
    4. Anniesah Fadhlillah - 20201111016

      Menurut saya, tidak seharus nya guru memperlakukan siswa secara khusus maupun diskriminatif.
      Seperti pada sila ke 2 dan ke 5 dalam pancasila, yang membahas tentang keadilan. Semua manusia memiliki hak yg sama, semua orang berhak diperlakukan secara adil. Maka membeda-bedakan siswa adalah hal yg seharusnya tidak diperbolehkan.
      Saya pribadi akan merasa sangat sedih apabila diperlakukan secara khusus maupun di diskriminasi, karena akan menyebabkan kecemburuan antar sesama siswa.

      Menurut saya, ideal nya seorang guru untuk bersikap kepada semua muridnya adalah mencari dulu apa yg di minati oleh muridnya, setelah mengetahui apa yg di minati murid, guru bisa melakukan pendekatan. Murid yg mengetahui bahwa guru tau tentang minat murid tersebut akan merasa senang/bahagia, dan secara perlahan akan mulai terbuka kepada guru yg akan menyebabkan murid tersebut terpacu untuk belajar.

      Hapus
    5. Indah Prahastini
      20201111042

      Guru harus memiliki sifat adil kepada seluruh muridnya.
      Menurut saya, sifat saling membedakan antar satu murid dengan yang lainnya sangat tidak dibenarkan. Salah satu permasalahan yang sering muncul yaitu seperti murid yang pintar akan selalu di prioritaskan dan diperhatikan lebih. Sedangkan yang murid yang kurang lebih sering di abaikan dengan alasan sulit untuk dinasehati. Padahal dalam kasus ini, guru lah yang memiliki peran paling penting. Sebagai seorang guru, kita harus bisa mencari solusi dari permasalahan ini. Bagaimana cara kita dalam menghandle para murid agar dapat mendengarkan nasehat kita. Setiap murid pasti memiliki cara masing-masing untuk mengerti nasehat kita. Oleh sebab itu, kita lah yang harus mencari solusi / cara agar semua murid dapat mendengarkan nasehat kita

      Hapus
    6. Nama : Silviana
      NIM : 20201111033

      Menjadi seorang guru yang baik saja belum cukup dengan dapat menyampaikan materi dengan benar. Sebenarnya belum benar namanya kalau masih bersikap exclusive dan diskriminatif, karena menjadi srorang guru juga harus bisa srmaksimal mungkin untuk menyampaikan materi secara menyeluruh. Menyeluruh maksudnya disini juga dapat tersampaikan secara merata kepada muridnya. Dari pengalaman saya, seorang murid yang merasa dibedakan akan cenderung merasa dirinya tidak perlu untuk memahami materi yang disampaikan atau mungkin lebih ke acuh tak acuh kepada mata pelajarannya. Karena apa, karena mereka sendiri merasa tidak dianggap dan bagi mereka mungkin materi ini hanya ditujukan di beberapa murid saja yang dirasa mampu menerima dan memahami dengan mudah. Jadi mrnjadi guru bukanlah hal yang mudah, guru adalah profesi penuh tanggung jawab yang memang berat. Dan oleh karena itu, sebelum benar2 terjun kita harus mempersiapkan semuanya secara benar agar tidak salah dalam pengimplementasiannya.

      Hapus
    7. Izin menjawab mam, Nama saya Hervani Novitasari, Nim : 20201111049

      Menurut saya seharusnya guru tidak membedakan dari segi manapun, karena sebaiknya guru harus mengerti bahwa sebenarnya murid tidak bodoh akan tetapi mereka memiliki kecerdasan yang berbeda seperti multiple intelligences, pengalaman yang saya rasakan saat itu adalah dimana pada saat SMP yaitu saya sekolah dimayoritas non muslim, pada saat itu sebagian guru dengan terang”nya membebedakan kepercayaan masing masing pada saat mata pelajaran dan tidak hanya itu bahkan membedakan persoalan ekonomi yang tak semestinya ada pada suasana sekolah, hal yang saya rasakan dan bisa ditamatkan pada saat ini adalah kekeliruan pada guru yang kurang memberi edukasi dan pola pembelajaran, karena hal tersebut mengakibatkan murid murid terpuruk dan malas untuk belajar atau bahkan tidak masuk sekolah, karena sebagian besar contoh dari teman teman saya juga melakukan hal tersebut, seperti bolos, kurang fokus saat mata pelajaran dll. Terimakasih🙏

      Hapus
    8. Nama : Aulya Dhini
      NIM: 20201111032

      semua guru seharusnya tidak pilih pilih untuk bersikap kepada siswa nya,guru harus paham situasi dan sifat tiap siswa nya agar mudah untuk melaksanakan pembelajaran. guru tidak boleh bersifat diskriminatif kepada siswa karena guru adalah seorang yang memberi ilmu ke siswa dan ilmu itu harus bermanfaat. guru harus mempunyai sifat profesional dan rasa tanggung jawab kepada siswa yang di ajar nya.

      Hapus
    9. Regita Rahma/20201111014

      Pendapat saya mengenai guru yg diskriminatif dan eksklusif pada murid tertentu itu hal biasa. Karena setiap murid pasti ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang salah itu ketika guru tersebut mendiskriminasi murid yang beliau tidak suka, meskipun murid tersebut berperilaku baik dan pintar.
      Tetapi alangkah baiknya, guru juga harus adil dalam memperlakukan murid-murid nya.. jangan hanya mendiskriminasi tetapi juga memberikan nasihat dan semangat agar murid yang bendel tadi bisa menjadi lebih baik. Dan juga jangan hanya memuji murid pintar, tetapi semangati dia untuk bisa mempertahankan prestasinya.
      Yang saya rasakan ketika menghadapi guru semacam itu, saya merasa senang ketika guru itu memuji saya. Tetapi saya juga merasa sedih ketika saya mencoba membenarkan guru yang typo ketika menulis kata "aet" dipapan tulis saya benarkan "ate" tetapi saya tidak digubris. Sementara teman saya yang lain ketika membenarkan beliau, beliau memujinya dan berterima kasih.
      Idealnya guru bersikap yakni seperti yang saya jelaskan tadi, tidak hanya mendiskriminasi murid nakal tetapi juga menasehati dan menyemangati mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar murid yang nakal bisa berubah menjadi lebih baik lagi. Dan jangan hanya mengistimewakan murid pintar tetapi juga menyemangati dia supaya semangatnya tidak luntur dalam prestasi.

      Hapus


    10. - Menurut saya sikap guru yang eksklusif merupakan guru yang memberikan perhatian lebih pada siswanya yang membutuhkan. Contohnya seperti guru akan memberikan penjelasan tambahan bagi siswa yang belum memahami materi. Bukan justru menghakimi siswa tersebut dan mengatakan bahwa "Kamu anak bodoh". Sedangkan guru yang diskriminatif terhadap siswa yaitu guru yang membedakan siswanya menurut golongan tertentu. Seperti didasarkan oleh kemampuan siswa dalam mengikuti suatu pembelajaran atau didasarkan oleh status ekonomi siswa.

      - Menurut saya sebagai siswa, saya tidak setuju dengan sikap guru yang diskriminatif terhadap siswanya. Karena jika seorang guru bersikap diskriminatif maka, akan menjadikan siswa yang awalnya belum bisa dalam suatu hal akan menjadi lebih tidak percaya diri dengan kemampuannya. Sehingga dapat menghambat perkembangan dalam pembelajaran siswa.

      - Menurut saya idealnya guru untuk menghadapi berbagai macam siswa yaitu dengan dapat mengambil perhatiannya. Misalnya untuk siswa yang bandel, guru sebaiknya tidak menghakimi bahwa dia anak nakal. Tidak membentaknya namun memberi contoh yang baik. Memberikan sanksi jika mengulangi kesalahannya. Dan sebaiknya tidak terlalu banyak memberikan toleransi.

      Hapus
    11. NAMA : Daffa Rafif
      NIM : 20201111046

      Menurut saya pribadi seorang guru harus memiliki sifat tenggang rasa yang tinggi agar senantiasa bisa merangkul seluruh peserta didiknya. Tidak peduli siswa itu pintar atau bodoh, rajin atau nakal, yang jelas seorang guru harus memperlakukan muridnya layaknya kertas kosong yang harus dihias seindah mungkin. Karena menurut saya pribadi, guru yang "menyebalkan" akan selamanya dikenang buruk oleh para siswanya kelak lantaran mereka hanya seperti mimpi buruk belaka. Dan begitu pula sebaliknya, guru yang baik, sabar, dan pengertian akan dikenang sebagai seorang panutan yang akan diingat selamanya. Bisa dibilang masa sekolah ialah masa dimana anak muda sedang mencari jati diri, jadi sangat amat dapat diwajarkan bila ia melakukan kesalahan. Dan disanalah tugas seorang guru untuk membina dan meluruskan, bukan malah menghakimi dan menyalahkan mereka. Karena sejatinya remaja jaman sekarang jika dilarang atau ditegasin bukan malah paham tapi malah semakin menjadi-jadi, layaknya bensin yang menyulut kobaran api.

      Hapus
    12. Jelaskan pendapat anda tentang sikap guru yang exclusive dan diskriminatif pada siswanya? Berdasarkan pengalaman anda sebagai siswa, apa yang anda rasakan saat menghadapi guru semacam ini? Bagaimana idealnya seorang guru bersikap kepada semua siswanya, baik yang bandel/penurut, yang pintar/kurang pintar? jawab : - guru yang exklusive ialah guru yang dia memilih milih anak. Dimana disini guru lebih dekat dan lenih perhatian terhadap siswa yang sesuai dengan apa yang guru itu harapkan dan terkadang guru juga lebih mengedepankan kelas yang exclusive yang dimana didalamnya berisi anak2 pintar dimana semua keperluan seperti knowledge dan alat-alat pendukung unutk menyukseskan pembelajaran tersedia semua. Sementara itu guru yang dikriminatif terhadap siswanya ialah guru yang dimana kurang memberikan perhatian lebih terhadap siswa yang kurang mampu dalam hal pembelajaran dan guru bahkan sampai enggan untuk melayani baik itu memberikan jawaban atas pertanyaan dari siswa yang dimana siswa ini tidak sesuai dengan kriteria atau siswa kurang pintar, dan diskriminasi lainnya ialah guru kurang memberikan perhatian lebih terhadap nilai siswa yang mungkin dianggap kuarang pintar, dan guru terkesan acuh dan enggan untuk memberikan motivasi atau semangat. -ketika saya menemui guru yang seperti memang ada rasa jengkel itu sudah pasti, karena tugas guru bukan untuk tidak hanya memnyampaikan ilmu saja namun juga harus memiliki kepekaan yang tinggi dimana ketika ada terhadap seluruh siswa dimana ketika. guru harus memahami bahwa tidak semua siswa memiliki pola kecerdasan yang sama, jadi ketika guru secara panjang lembar mengenai suatu materi pembelajaran namun masih ada saja siswa yang belum paham, ini menunjukkan bahwa guru harus melakukan instropeksi terhadap cara mengajarnya ataukah mungkin cara mengajarnya yang salah atau bisa jadi suasana kelas tidak mendukung atau mungkin anat iru sedang tidak dalam kondisi siap untuk menerima materi pembelajaran. Jadi kesimpulannya tidak ada anak yang bodoh karena semua anak diberikan oleh sang pencipta yaitu otak untuk berpikir namun yang perlu ditekankan tidak semua anak memiliki kecerdasan yang sama jadi tugas guru ialah menyesuaikan dengan pola pembelajaran si anak bukan anak yang mengikuti pola si guru dalam hal pembelaaran -dan untuk anak yang bandel atau penurut. dalam hal ini guru harus menekankan bahwa tidak ada anak bandel atau tidak penurut, dalam hal ini mungkin pola menasehati nya yang kurang tepat contohnya ketika anak melakukan kesalahan jangan langsung menyalahkan anak itu, dimana hal yang lebih baik dilakukan ialah mengajak dia mengobrol mengenai apa yang terjadi, biarkan dia bercerita dulu biarkan dia menyampaikan apa yang terjadi bari setelah itu kita bicarakan bahwa apa yang dilakukan itu tidak baik dan berikan penjelasan pula yang baik irtu seperti apa

      Hapus
    13. Aghnia Jihan Savira Anjani / 20201111037

      Menurut saya, guru yang exclusive dan diskriminatif pada siswanya belum bisa mengemban tugas guru dengan baik, karena idealnya seorang guru itu tidak mediskriminatif muridnya. Jujur saja Ketika saya mendapat perlakuan ini Ketika sekolah saya merasa sakit hati, marah, dan mungkin juga kecewa. Seharusnya guru itu merangkul semua muridnya, baik yang bandel/penurut dan yang pintar/kurang pintar. Guru harus menemukan solusi untuk mengatasi apa yang membuat siswa ini butuhkan sehingga mengapa bisa dikatakan bandel?, apa yang harus dilakukan supaya anak ini bisa menjadi lebih baik?, begitu pendapat saya.

      Hapus
    14. Elfira Triana Damayanti
      20201111041

      Menurut saya sikap yang exclusive dan diskriminatif sangat tidak dibenarkan untuk seorang guru, karena bukan hanya tidak mencerminkan sikap seorang guru tapi juga itu sudah melenceng dari sifat kemanusiaan, apalagi terhadap murid yang notabene nya adalah seorang anak yang perlu kita bimbing dan harus kita berikan contoh yang baik. Sebagai murid yang mendapatkan perlakuan tersebut tentu saja saya merasa hilang respect kepada guru yang bersangkutan, karena saya sebagai murid membutuhkan dukungan lebih untuk belajar tanpa harus mendapatkan perlakuan buruk dari sesorang yang kita anggap pembimbing/orang tua kedua di sekolah.

      Sikap ideal seorang guru terhadap beberapa siswanya yang 'bermasalah' adalah sabar dan telaten, maksudnya adalah kita harus mengetahui terlebih dahulu apa yang sedang dialami murid kita, lalu kita berikan perhatian lebih kepada mereka, jangan sesekali seorang guru bersikap keras kepada siswa siswa seperti ini, saat kita sudah mendapatkan hatinya barulah kita beri motivasi belajar untuk menjadikan perubahan terhadap mereka.

      Hapus
    15. Pendapat saya tentang guru yang diskriminatif adalah hal yang tidak baik bagi siswa maupun guru itu sendiri, siswa yang didiskriminatif akan merasa kurang percaya diri dan guru itu juga akan dicap buruk oleh siswa. alangkah baiknya guru tidak diskriminatif dan bisa bersikap adil. Para guru juga perlu menyadari bahwa tidak ada siswa yang bodoh karena semua punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Saat menjadi siswa yang saya rasakan menemui guru seperti itu pastinya ada rasa jengkel/kesal, karena seharusnya guru membagikan ilmunya, mengajari siswanya dengan adil dan tidak pilih-pilih seperti itu. Idealnya guru harus bersikap adil kepada semua siswa, jika ada yang salah dinasehati dengan baik bukan malah mendiskriminatif siswa. pada dasarnya tidak ada siswa yang bodoh, bandel karena semua mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, mungkin hanya melakukan kesalahan dan itu harus dinasehati.

      Hapus
    16. NADIA PRIHATINI GAFFAR/20201111023

      Saya pernah mengalami kejadian seperti itu dan yang saya rasakan saya tidak bisa percaya dengan diri saya sendiri karena saya tidak memiliki pendukung atau endamping disekolah, menurut saya sikap guru yang diskriminatif dan exclusive kepada siswa sangat tidak benar. Yang mana, semua siswa mempunyai hak dan kewajiban yang sama tanpa terkecuali. Guru yang exclusive biasanya ada tujuan tertentu seperti mengambil keuntungan, malas membantu murid yang tidak paham dengan materi yang diajarkan, dan lainnya. Keuntungan yang saya maksud adalah, beberapa guru bersikap sangat baik kepada siswa yang berekonomi tinggi sehingga guru tesebut mendapatkan bonus berupa barang atau semacamnya dari murid. Sementara guru yang malas membantu murid yang tidak pandai dalam memahami pembelajaran, guru tersebut hanya suka membantu murid yang sudah pandai dalam pembelajaran tersebut, padahal dari sini saja tindakan guru sudah salah. Guru yang seperti saya sebutkan diatas belum memenuhi kriteria ideal guru yang mana harus paham dengan karakter siswa. Dari situ kita bisa lihat bahwa guru tidak becus atau belum berhasil dalam proses mengajar dikelas.

      Guru seharusnya paham dengan kriteria murid, bahkan itu harus dipelajari sebelum mereka menjadi guru. Guru harus menjadi pengganti orang tua di sekolah, tetapi tetap profesional dan sabar dalam mengahadapi semua karakter murid (tidak pilih-pilih). Jika ingin melihat seberapa berhasilnya guru dalam mengajar, liat seberapa paham murid akan pelajaran yang didapat disekolah.

      Hapus
    17. Mirna Safira
      20211111038

      Menurut saya, seorang guru tidak seharusnya bersikap exclusive (khusus) terhadap beberapa siswa tertentu karena mungkin siswa tersebut yang pandai atau paling berprestasi di kelas yang diajarkannya, begitu pula tidak seharusnya bersikap diskriminatif terhadap siswa baik terhadap ras, suku, agama, gender atau apapun itu. Seorang guru harus bisa bersikap adil dan bertanggung jawab atas seluruh siswanya tanpa terkecuali karena pada dasarnya, seorang guru dituntut memberikan pengajaran dan perlakuan yang baik terhadap semua siswa hingga siswa mendapatkan pengajaran dan pengalaman yang baik pula dari gurunya.

      Hapus
    18. Syamsa Muktamar/20201111034

      pengalaman seperti itu sudah pernah saya alami, ketika itu guru tersebut hanya mau menjelaskan secara detail ke murid yang disenangi seperti yang pintar mapel tersebut, alhasil murid yang "ndablek" tidak mendapat perlakuan yang sama ketika menyampaikan mata pelajaran dan semakin ada jarak antara murid ndablek dan guru tersebut.
      masuklah moment dimana satu kelas mendapat nilai rendah di mapel guru tersebut, kabar yang beredar guru tersebut dipanggil kepala sekolah mengenai pilihkasih dikelas. semester selanjutnya guru tersebut tetap mengajar tapi sudah berubah sedikit perlakuannya kepada siswa yang "ndablek" tapi kami masih merasakan adanya ketidak tulusan dari guru tersebut.

      hal seperti inilah yang harusnya diperhatikan betul oleh seorang guru untuk bisa menyikapi karakter murid yang beragam, jangan sampai membedakan penyikapan pada murid karena tidak suka dengan prilakunya, bagaimanapun murid adalah murid yang berhak mendapatkan penyampaian materi dari guru.

      Hapus
    19. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    20. Guru yang diskriminatif ataupun eksklusif perlu dipertanyakan kredibilitasnya. Tanyakan juga pada mereka, sebenarnya mereka seorang teladan atau ancaman? Datang tidak membawa manfaat malah membawa rasa takut. Memang, sangatlah berat menjadi seorang guru, harus mengontrol emosi setiap saat karena harus menangani karakteristik, sifat, dan kemampuan yang berbeda-beda, dan pastinya guru memahami hal ini.

      Idealnya, guru setidaknya memberi sanksi yang mendidik, atau dengan berbicara empat-mata, dari hati ke hati, yang dapat meluluhkan siswa. Setahu saya hal tersebut berhasil. Tentang murid yang kurang pada akademiknya, guru harus peka dengan mengetahui kelebihan dari anak tersebut. Karena tidak mungkin seorang siswa mampu menguasai seluruh mata pelajaran. Dan juga berusaha sebaik mungkin membantu siswa tersebut untuk mengatasi kesulitannya.

      Hapus
    21. Menurut opini saya tentang guru yang diskriminatif adalah hal yang tidak baik bagi pelajar maupun guru itu sendiri, pelajar yang didiskriminatif akan merasa kurang percaya diri dan guru itu juga akan dicap buruk oleh si pelajar. alangkah baiknya guru tidak diskriminatif dan bisa bersikap adil terhadap sesama. Para guru juga perlu menyadari bahwa tidak ada pelajar yang bodoh karena mereka punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang sudah ada sejak ia kecil. Saat menjadi pelajar yang saya rasakan waktu menemui guru seperti itu pastinya ada rasa jengkel/kesal, karena seharusnya guru membagikan ilmunya, mengajari siswanya dengan adil dan tidak pilih-pilih seperti itu maupun bersikap menang sendirj. Idealnya guru harus bersikap adil kepada semua pelajar, jika ada yang melakukan kesalahan dinasehati dengan baik bukannya mendiskriminatif pelajar dan malab mengucilkannya.

      Hapus
  2. 1. Apa saja peran-peran guru
    Jawab: - Sebagai guru harus mampu bersinergi yang berada di desa serta berperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat dimana dia berada
    - Berperan sebagai kegiatan yang bersifat religius
    2. Apa fungsi dari seorang guru
    Jawab:
    -Motivator dan inovator dalam pembangunan pendidikan
    - perintis pendidikan
    - melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan
    - pengabdian
    3. Apa saja jenis-jenis kompetensi yang dimiliki oleh seorang guru
    Jawab:
    - Terampil berkomunukasi (baik dengan siswa, maupun dengan orang tua siswa
    - bersikap simpatik
    -melakukan kebersamaan
    -pandai bergaul dengan teman sejawat dan mitra pendidikan
    -memahami lingkungan sekitar
    4. Siapa saja yang terlibat dalam Kompetesi guru
    Jawab:
    -orangtua(walimurit)
    -Siswa
    5. Apa tuntutan yang ditunjukan kepada seorang guru
    Jawab: Seorang guru harus memiliki 4 kompetensi dasar yaitu ( kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, kompetensi profesionalan)

    BalasHapus
  3. Nama : Silviana
    NIM : 20201111033

    Menjadi seorang guru yang baik saja belum cukup dengan dapat menyampaikan materi dengan benar. Sebenarnya belum benar namanya kalau masih bersikap exclusive dan diskriminatif, karena menjadi srorang guru juga harus bisa srmaksimal mungkin untuk menyampaikan materi secara menyeluruh. Menyeluruh maksudnya disini juga dapat tersampaikan secara merata kepada muridnya. Dari pengalaman saya, seorang murid yang merasa dibedakan akan cenderung merasa dirinya tidak perlu untuk memahami materi yang disampaikan atau mungkin lebih ke acuh tak acuh kepada mata pelajarannya. Karena apa, karena mereka sendiri merasa tidak dianggap dan bagi mereka mungkin materi ini hanya ditujukan di beberapa murid saja yang dirasa mampu menerima dan memahami dengan mudah. Jadi mrnjadi guru bukanlah hal yang mudah, guru adalah profesi penuh tanggung jawab yang memang berat. Dan oleh karena itu, sebelum benar2 terjun kita harus mempersiapkan semuanya secara benar agar tidak salah dalam pengimplementasiannya.

    BalasHapus
  4. Nama : Aulia Nur Fitriayanti
    NIM. : 20201111048

    1. Apa saja peran-peran guru
    Jawab:
    * Sebagai guru harus mampu bersinergi yang berada di desa serta berperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat dimana dia berada
    * Berperan sebagai kegiatan yang bersifat religius
    2. Apa fungsi dari seorang guru
    Jawab:
    ~Motivator dan inovator dalam pembangunan pendidikan
    ~Perintis pendidikan
    ~Melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan
    ~Pengabdian
    3. Apa saja jenis-jenis kompetensi yang dimiliki oleh seorang guru
    Jawab:
    - Terampil berkomunukasi (baik dengan siswa, maupun dengan orang tua siswa
    - bersikap simpatik
    -melakukan kebersamaan
    -pandai bergaul dengan teman sejawat dan mitra pendidikan
    -memahami lingkungan sekitar
    4. Siapa saja yang terlibat dalam Kompetesi guru
    Jawab:
    -orangtua (wali murid)
    -Siswa
    5. Apa tuntutan yang ditunjukan kepada seorang guru
    Jawab: Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh panutan dan identifikasi bagi para peserta didik dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas tertentu yang dapat menjadi sebuah tuntutan yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Orang yang disebut guru adalah orang yang memiliki kemampuan merancang program pembelajaran serta mampu menata dan mengelola kelas agar para peserta didik dapat belajar dan pada akhirnya dapat mencapai tingkat kedewasaan sebagai tujuan akhir dalam proses pendidikan.

    BalasHapus
  5. 1. Peran guru yaitu:
    • sebagai guru harus mampu bersinergi serta perperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat dimanapun.
    • berperan sebagai kegiatan yang bersifat religius.
    2. Fungsi guru yaitu:
    - Motivator dan inovator dalam pembangunan pendidikan
    - Perintis pendidikan
    - Melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan
    - Pengabdian
    3. Jenis kompetensi guru yaitu:
    * Terampil berkomunikasi dengan siswa maupun orang tua/wali murid
    * Bersikap simpatik
    * Melakukan kebersamaan
    * Pandai bergaul dengan teman sejawat dan mitra pendidikan
    * Memahami lingkungan sekitar
    4. yang terlibat yaitu siswa dan orang tua siswa/wali murid
    5. Guru dituntut memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian.

    BalasHapus
  6. LYDIAOKTAVIANTI/20201111043
    1. Sebagai guru harus mampu bersinergi yang berada di desa serta berperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat dimana dia berada, berperan sebagai kegiatan yang bersifat religius.
    2. Sebagai motivator dan inovator, perintis pendidikan, melakukan penelitian dan pengabdian.
    3. Terampil berkomunikasi, bersifat simpatik, melakukan kebersamaan, pandai bergaul, memahami lingkungan sekitar.
    4. Guru, tutor, orang tua, fasilitator, pamong belajar, konselor.
    5. Guru sebagai tenaga pendidik profesional dituntut mampu berkreasi menciptakan inovasi baru atau pembaharuan dari hal yang sudah ada ,sehingga harapannya pembelajaran tidak stagnan dan monoton . Pembelajaran bisa hidup, diterima oleh peserta didik yang memberi dampak perubahan prilaku berfikir kritis dan membangun, mengembangkan mental serta karakter sesuai dengan tujuan pendidikan.

    BalasHapus
  7. Regita Rahma/20201111014

    1. -Sebagai guru harus mampu bersinergi serta perperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat dimanapun.
    -Berperan sebagai kegiatan yang bersifat religius.
    2. -Motivator dan inovator dalam pembangunan pendidikan.
    -Perintis pendidikan.
    -Melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan.
    -Pengabdian.
    3. -Terampil berkomunikasi dengan siswa maupun orang tua/wali murid.
    -Bersikap simpatik.
    -Melakukan kebersamaan.
    -Pandai bergaul dengan teman sejawat dan mitra pendidikan.
    -Memahami lingkungan sekitar.
    4. Yang terlibat yaitu siswa dan orang tua siswa atau wali murid.
    5. Guru dituntut memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian.

    BalasHapus
  8. 1. - Sebagai guru harus mampu bersinergi yang berada di desa serta berperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat dimana dia berada.
    - Berperan sebagai kegiatan yang bersifat religius.
    2. • Motivator dan inovator dalam pembangunan pendidikan
    • Perintis pendidikan
    • Melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pendidikan
    • Pengabdian
    3. - Terampil berkomunikasi (baik dengan siswa maupun orang tua siswa)
    - Bersikap simpatik
    - Melakukan kebersamaan
    - Pandai bergaul dengan teman sejawat dan mitra pendidikan
    - Memahami lingkungan sekitar
    4. Murid, orang tua siswa atau wali murid, Mitra pendidikan dan masyarakat.
    5. Guru dituntut memiliki 4 kompetensi, yaitu kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, dan kompetensi sosial.

    BalasHapus
  9. Aghnia Jihan Savira Anjani_20201111037

    1. Berperan aktif dalam masyarakat, dan ikhlas dalam mengajar
    2. Guru sebagai motivator dan Inovator, sebagai perintis, pengabdian, dan melaksanakan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan.
    3. Termapil berkomunikasi baik dg orang tua siswa maupun siswa, bersikap simpatik, pandai bergaul dg mitra Pendidikan dan teman sejawat, melakukan kebersamaan, memahami lingkungan sekitar.
    4. Guru, dosen, PNS, dll
    5. Guru di tuntut untuk memiliki kompetensi inti(professional, pedagogic, social, dan kepribadian)

    BalasHapus
  10. Nama : Mas Dewi Fatimatus Zahra
    NIM : 20201111045

    1. # mampu bersinergi dalam mencerdaskan masyarakat dimana mereka berada
    # berperan sebagai sifat yang religius.
    2. motivator dan inovator dlm pembangunan pendidikan, perintis pendidikan, evaluator dalam pengembangan ilmu pengetahuan, fasilitator dan pengabdian
    3. trampil berkomunikasi, bersikap simpatik, membangun kebersamaan, pandai bergaul dgn teman sejawad dan mitra, dan memahami lingkungan sekitar
    4. undang-undang untuk mengatur kode etik seorang guru dll, kepala sekolah sebagai penanggung jawab atas sekolah, guru atau seorang pendidik.
    5. a. menekankan kepada penguasaan ilmu pengetahuan atau kemampuan manajemen beserta strategi penerapannya.
    b. kuantitas dan kualitas
    c. pendidikan guru, pendidikan ini diharapkan untuk membentuk sikap dan jiwa yang mampu bertahan dalam era hiperkompetisi.
    d. tingkat kreatifan guru

    BalasHapus
  11. Annisa Aulia Urohmah/ 20201111010

    1. - Sebagai guru harus mampu bersinergi yang berada di desa serta berperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat dimana dia berada.
    - Berperan sebagai kegiatan yang bersifat religius.
    2.- Motivator dan inovator dalam pembangunan pendidikan.
    - Perintis pendidikan
    - Melakukan penelitian dan Pengkajian Ilmu Pengetahuan
    - pengabdian
    3.- Terampil berkomunikasi ( baik dengan siswa, maupun dengan orangtua siswa)
    - Bersikap Simpati
    - Melakukan Kebersamaan
    - Pandai bergaul dengan teman sejawat dan mitra pendidikan
    - Memahami lingkungan sekitar
    4. Siswa, guru, dan wali murid.
    5. Guru dituntut untuk memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian.

    BalasHapus
  12. Sebagai guru harus mampu bersinergi yang berada di desa serta perperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat dimana dia berada

    Berperan sebagai kegiatan yang sersifat religius

    BalasHapus
  13. Eva Nur Ainy 20211111037
    1. Sebagai guru harus mampu bersinergi yang berada di desa serta perperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat dimana dia berada dan Berperan sebagai kegiatan yang sersifat religius

    2. 1. Motivator dan Inovator dalam Pembangunan Pendidikan.
    2. Perintis Pendidikan
    3. Melakukan Penelitian dan Pengkajan ilmu Pengetahuan
    4. Pengabdian

    3. - memahami lingkungan sekitar
    - Bersikap simpatik
    - Terampil

    4. orangtua (wali murid)
    -Siswa (teman sebaya)
    - Dosen

    5. Guru dituntut memiliki 4 kompetensi, yaitu kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, dan kompetensi sosial.

    BalasHapus
  14. Mirna Safira
    20211111038

    1. Berbagai peran guru adalah:
    - Sebagai guru harus mampu bersinergi yang berada di desa serta berperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat dimana dia berada
    - Berperan sebagai kegiatan yang bersifat religius

    2. Fungsi dari seorang guru sebagai berikut:
    - Motivator dan inovator dalam pembangunan pendidikan
    - Perintis pendidikan
    - Melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan
    - Pengabdian

    3. Jenis kompetensi yang dimiliki seorang guru salah satunya adalah kompetensi sosial, yaitu:
    - Terampil berkomunikasi baik dengan siswa dan orang tua siswa
    - Bersikap simpatik
    - Melakukan kebersamaan
    - Pandai bergaul
    - Memahami lingkungan sekitar

    4. Siswa dan orang tua siswa (wali murid)

    5. Tuntutan yang ditujukan kepada seorang guru adalah bagaimana menyesuaikan diri dalam mengikuti dan menghormati pekerjaan dan lingkungan sekitar ketika melaksanakan tugasnya sebagai guru.

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. Syamsa Muktamar Haqi/20201111034


    1. Sebagai guru harus mampu bersinergi yang berada di desa serta berperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat dimana dia berada, berperan sebagai kegiatan yang bersifat religius.

    2. - Motivator dan inovator dalam pembangunan pendidikan.
    - Perintis pendidikan
    - Melakukan penelitian dan Pengkajian Ilmu Pengetahuan
    - pengabdian
    3. Terampil berkomunikasi, bersifat simpatik, melakukan kebersamaan, pandai bergaul, memahami lingkungan sekitar.

    4. Guru, tutor, orang tua, fasilitator, pamong belajar, konselor.

    5. Guru sebagai tenaga pendidik profesional dituntut mampu berkreasi menciptakan inovasi baru atau pembaharuan dari hal yang sudah ada ,sehingga harapannya pembelajaran tidak stagnan dan monoton . Pembelajaran bisa hidup, diterima oleh peserta didik yang memberi dampak perubahan prilaku berfikir kritis dan membangun, mengembangkan mental serta karakter sesuai dengan tujuan pendidikan.

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 20201111025

      1. - Sebagai guru harus mampu bersinergi yang berada di desa serta berperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat sesuai dengan dimana dia berada.
      - Berperan sebagai kegiatan yang bersifat religius untuk membimbing siswa.
      2. - Motivator dan inovator dalam pembangunan pendidikan
      - Melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pendidikan
      - Perintis pendidikan
      - Pengabdian
      3. - Terampil berkomunikasi (baik dengan siswa maupun orang tua siswa)
      - Pandai bergaul dengan teman sepantaran dan rekan pendidikan
      - Memahami lingkungan sekitar
      - Bersikap simpatik
      - Menerapkan kebersamaan
      4. Murid, orang tua siswa atau wali murid, Mitra pendidikan dan masyarakat luas.
      5. Guru dituntut memiliki 4 kompetensi, yaitu :
      1. kompetensi profesional,
      2. kompetensi kepribadian,
      3. kompetensi pedagogik,
      4. dan kompetensi sosial.

      Hapus
  18. 4. siapa saja yang terlibat dalam profesi guru?
    menurut saya yang telibat dalam profesi guru ini tidak lain yaitu masyarakat, siswa, guru itu sendiri, institusi, dan juga pemerintah. dalam hal ini masyarakat sangat berperan karena mereka yg akan mengenal guru tsb, jika guru tidak dikenal mungkin dari masyarakat tidak tau sesuatu. setelah itu siswa,, sebagai objek utama pendidikan guru. institusi juga, agar ketika guru mengajar akan terlihat lebih formal. setelah itu pemerintah.

    BalasHapus
  19. 1. Guru memiliki peran aktif dalam mencerdaskan masyarakat dimanapun ia berada. Guru juga berperan sebagai penggerak kegiatan yang bersifat religius, yang berdasarkan kitab suci dan pemahaman rasulnya.

    2. Guru adalah motivator, perintis, dan teladan dalam dunia pendidikan. Guru biasanya juga melakukan penelitian dan Pengkajian Ilmu Pengetahuan yang pastinya bermanfaat bagi generasi mendatang. Guru pada dasarnya adalah profesi yang mengabdi untuk masyarakat.

    3. Beberapa kompetensi yang wajib dimiliki seorang guru adalah, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, terlebih lagi pada murid, wali murid, dan masyarakat. Guru diharapkan memiliki sikap simpatik, karena perbedaan latar belakang kehidupan yang dialami masing-masing muridnya, namun tidak berlebihan dengan tetap memperhatikan kode etik. Guru diharapkan untuk beradaptasi terhadap lingkungan (sekolah dan sekitarnya) dan masyarakat dengan baik.

    4. Kelompok pemateri tidak menjelaskan hal ini secara tersendiri atau detail.

    5. Guru dituntut untuk memiliki kompetensi inti dalam bersikap, inklusif, dan tidak diskriminatif. Guru juga dituntut untuk memiliki kompetensi inti dalam berkomunikasi secara efektif, empati, dan santun. Ketiga, guru dituntut untuk memiliki kompetensi inti beradaptasi di lingkungan mereka ditugaskan karena keberagaman sosial dan budaya setempat.

    BalasHapus
  20. Nama : Fahmi Adlisulthani
    NIM : 20201111024

    Menurut pendapat saya tentang perlakuan diskriminatif yang dilakukan oleh banyak guru, seharusnya guru tidak membedakan siswanya dari segi manapun. Karrna sebaiknya guru mengerti bahwa sebenarnya murid itu tidak bodoh melainkan mereka memiliki kemampuan maupun kecerdasan yang berbeda-beda.
    Contohnya seperti yang pernah saya alami pada saat SMP dulu. Saya bersekolah di SMA Negeri. Pada sekolah tersebut, sebagian besar siswa beragama muslim. Namun, ada seorang guru yang dengan terus terang membebedakan kepercayaan siswa lain yang beragama non-muslim pada saat mata pelajaran dan menceritakan hal-hal sensitif yang berkemungkinan memecah keributan pada suasana sekolah, itupun bercerita saat dalam kegiatan belajar mengajar. Seharusnya guru dapat lebih memahami bahwa siswa-siswi yang mereka didik itu berbeda-beda.

    BalasHapus

Posting Komentar